ANAK TEPIAN SUNGAI DAN PERAHU BUHUN CIMANUK ; merasa sedih ketika kampung halaman dan tempat bermainnya akan segera hilang karena tergenang air bendungan cimanuk , kami bertemu dengan anak ini ketika perjalanan menelusuru - PERAHU BUHUN CIMANUK - yang biasa dipergunakan untuk menyebrangi sungai cimanuk menuju dari Sadng ke Cisema,sepanjang perjalanan di tepian sungai kami ngobrol dan dia menyakatakan kesedihannya kalau dia harus meninggalkankampung halaman dan sungai ini tempat bermain, berenang, memancing ikan bersama teman sebayanya, hingga kami smpailah di tempat dimana perahu buhun cimanuk diparkir di tepian sungai cimanuk, perahu ini masih lengkap berada masing-masing satu perahu di setiap tepian sadang dan Jemah guna mengangkut orang yang akan menyebrang dari setiap tepian sungai, dahulu Saya ketika seumuran ana tepian sungai pernah satu kali turut menyebrang di tempat ini, kami berhasil menemukan perahu buhun ini walaupun perahunyabukan yang dulu Saya pergunakan untuk menyebrang karena udah diganti dengan yang kami temukan pada saat ini, namun sisi manfaat dari perahu ini masih tetap sama untuk dipergunakan orang menyebrang; kelihatannya orang sudah jarang menggunakan perahu ini sebagai alat penyebrangan,karena tranfortasi lain melalui darat sudah merebak seperti kendaraan roda dua roda empat melalui jalan darat, tetapi perahu ini maih tetap dipergunakan sebagai untuk menyebrang sesekali saja.,dan aya pernah terbersit ingin rasanya menaiki perahu ini untuk menyebrangi sungai cimanuk , namun pemilik perahu ulit ditemukan.
Minggu, 18 Oktober 2015
JEMBATAN CIPAKU
BAGUS.JEMBATAN CIPAKU menuju Cisema tamapk samping jembatan lama di bawah jembatan baru , serta dasar sungai cipaku yang bermuara ke cimanuk di sebelah barat gunung surian, mungkin dalam waktu yang tidak terlalu lama air bendungan akan segera menepi ke daerah ini, dasar sungai cipaku yang dihampari oleh cadas putih sangat indah dipandang seperti lantai putih alami yang tampak di sepanjang sungai hingga menuju muara sungai di cimanuk.
SITUS SARONGGE
SITUS
SARONGGE yang terletak di bagian timur kecamatan Situraja Kabupaten Sumedang Jabar, merupakan batuan purbakala yang menyebar dan gamabar ini merupakan central , di sekitar central jauh telah ditemukan batuan serupa yang kemungkinan sebaran batuan dalam radius yang sama namun tidak bisa ditemukan secara pasti karena tkp sudah rusak,dalam perjalanan pulang exfedisi hari kemaren kami menemukan
sebuah situs yang sangat unik dimana pada situs tersebut terdiri dari
batuan alam yang sangat menakjubkan, namun kami tidak mengamati secara
cermat dan tidak masuk ke wilayah dalam situs yang dipagari karena waktu
sangat mepet menjelang magrib sedangkan perjalan kami cukup jauh, tampak pada gambardi bawah batuan purba di dalam komplek central situs ,mungkinkah ini adalah komplek batuan purba , mengingat terdapat sebaran
batuan besar di sekitar situs.
AKTIFITAS BARU ORANG TEPIAN SUNGAI CIMANUK
AKTIFITAS BARU ORANG di sekitar genangan telaga barU bendungan cimanuk, TEPATNYA DI muhara cipaku SEBELAH BARAT GUNUNG SURIAN; tatkala air sudah mulai menggenang maka orang2 di sekitar genangan mulai aktif mengambil ikan telaga baru, banyak ikan di sana terutama jenis ikan - GENGGEHEK - sejenis LALAWAK , KAMI BERTEMU MEREKA KETIKA SEDANG DALAM PERJALANAN PEMERHATIAN TERHADAP PERKEMBANGAN AIR TELAGA BARU, sangat terkejut ketika bertemu mereka hampir tidak percaya kaget dengan penampilan mereka serta peralatan jaring ikan yang mereka bawa untuk dipergunakan sebagai untuk kegiatan mengambil ikan telaga, kami sempat berposeu bersama mereka sebelum turun ke air telaga, dimana mereka akan memasang jaring penangkap ikan-ikan telaga yang mulai berkeliaran di dalamnya, merkapun menyiapkan sebuah rakit bambu sederhana untuk menelusuri bidang buruan mereka, kemudian dengan rakit dan ban mereka menelusuri bidang buruan untuk memasang jaring ikan, sangat terharu dengan keterampilan orang tepian sungai yang sudah akrab dengan alat-alat penangkap ikan seperti jaring, heurap, bubu, sair, useup, dll. inilah orang-orang di tepian sungai cimanuk yang akrab dengan keadaan sungai dan air, berbeda dengan orang-orang di tepian hutan.SEPERTI sAYA YANG BEGITU AKRAB DENGAN AIR.
MENELUSURI PERKEMBANGAN AIR TELAGA
EXFEDIS MENELUSURI PERKEMBANGAN AIR TELAGA BENDUNGAN CIMANUK , dalam perjalanan ini kami mengetahui bahwa air bendungan sudah mulai sebagian wilayah calon genangan waduk dan tampak pada gambar atas bagian dasar gunung surian sudah tergenang, berikut wilayah dasar lain yang setara dengan dasar gunung surian, air terus mengalir mengisi daerah-daerah setara ke segala penjuru, dan kali ini kami berada di wilayah - MUHARA CIPAKU - lokasi sebelah barat gunung surian, air genangan seperti yang tampak dalam gambar, untuk mencapai wilayah tersebut kami menggunanakan kendaraan roda dua dengan menelusuri jalan setapak yang cukup terjal, seperti tampak dalam gambar di sebelah bawah.
TELAGA BENDUNGAN CIMANUK
TELAGA BENDUNGAN CIMANUK mulai menggenangi sebagian wilayah calon genangan sudah tampak aktifitas orang mengambil ikan di dalamnya dan orang mulai memanfaatkan air bendungan dengan mengambil ikan bendungan cimanuk melaui pancing dan jaraing, pada saat ini jenis ikan yang paling sering diperoleh pengambil ikan adalah ikan - GENGGEHEK - sejeni LALAWAK mirip ikan tawes air tawar dan tawes dan air asin, tamapak pada gambar orang sedang memancing ikan di tepian muka air dan pohon pisang sebagian telah tenggelam, sedangkan di bagian jauh yang lebih dalam lagi tampak orang menjaring ikan dengan mempergunakan - RAKIT BAMBU SEDERHANA -, dan gamabr berikutnya adalah gambaran air genangan , gambar lebih bawah menunjukkan lokasi genangan di sebelah barat gunung surian yang baru dasarnya saja yang telah tergenang
BATU GHAIB
BATU GHAIB ,AYA
SABABARAHA HAL anu bisa dipetik maknana tina hasil ngatrok mulungan
batu di gigili cimanuk, diantarana bisa napakuran anu leuwih anteb kana
KAAGUNGAN GUSTI NU MURBENG ALAM, jeung singhoreng geuning batu2 anu
bayatak di sisi walungan teh teu sagawayah sawarehna aya anu ngeusian ku
mahluk ghaib, SubhanAllah...Numutkeun nu weruh cenag batu anu kadua ti katuhu aya nu ngeusian ku mahluk ghaib, ngan ulah nanyakeun naon khasiat atawa mahluk naon anu ngeuian eta batu, moal bisa ngajawab lantaran teu nyaho, kudu ka nu ahlina lamun arek maluruh hal eta, maksud ngumpulkeun ieu batuan sakadar pikeun conto hungkul lantaran ieu wilayah bakal kakerem ku cai bendungan cimanuk, diharepkeun engkena ieu batuan bisa mere pituduh pikeun panalungtikan kahareupna.
SAUNG SAWAH
,,,SAUNG SAWAH...pada umumnya petani memiliki membangun sebuah saung pada lahan garapannya baik pada lahan kering maupun pada lahan basah, saung berguna untuk sebagai tempat pengganti rumah karena jauh, bisa untuk memasak makanan, untuk penyimpanan sementara hasil tani dan bahan dan alat pertanian, eperti pupuk, cangkul, singkal, garu, parang, padi hasil panen, dan untuk istirahat ketika lelah dan panas, bahkan saung tersebut tidak jarang dipergunakan untuk menginap petani , gamabar di bawah tampak saung sawah ketika sawah dalam musim kering, dimana tunggul-tunggul padi tampak jelas.
RUMAH TRADISIONAL SUNDA SEDERHANA
RUMAH TRADISIONAL SUNDA sederhana anti gempa atau lajim disebut - IMAH PANGGUNG - dengan bahan perpaduan kayu bambu atap tanah atau genting, pondasi atau tatapakan batu karut yang dipahat dan dibentuk persegi sebagai untuk mendirikan tiang bangunan rumah, rumah serupa sering ditemukan di perkampungan, meliki kontruksi sederhana tetapi kuat, gambar di bawah tampak rumah panggung sederhana kampung.
MEMASANG BUBU
MEMASANG BUBU salah seorang warga tepian sungai cimanuk sedang memasang bubu alat penangkap ikan tradisional yang terbuat dari bambu , PEMASANGAN ALAT INI DILAKUKAN PETANG HARI DAN DIAMBIL LAGI PAGI HARI dimana ikan2 sungai telah terkumpul di dalamnya.
Jumat, 16 Oktober 2015
CARITA PANGALAMAN AHENG
CARITA PANGALAMAN
AHENG; salila ngumpulkeun batu bentuk unik zona genangan Jatigede ti
sababarah tempat ti hilir tepi ka girang walungan cimanuk geus ampir dua
bulan lilalana, hasilna lumayan geus meunang sakarung, ternyata batu
unik unggal tempat anu dicokot samplena batu teh beda-beda karakterna,
anu disebut aheng teh kieu; lamun balik ngider mawaan batu reup peuting
sok aya nu datang kaimah, mangrupa sora, boh sora oray, sora anu
ngalengkah asup kana teras imah, jeung sora anu keketrok
kana panto, mimiti mah teu pati ditengetan, tapi saenggeusna balik ti
muhara cipaku eta sora anu keketrok kana panto teh rada rongkah, remen
pisan dina sapeutingna teh, malah peuting sarengsena salat magrib keur
wiridan aya deui nu ngome kakait konci , pon kitu deui keur salat isa
aya sora anu sarua; terus batu anu ti muhara cipaku ditengetan
dijajarkeun dina meja, tuluy tamada ka Guti Nu Maha Suci Nu NYIPATKEUN
SADAYA MAHLUK, amitan boh bilih eta diantara batu aya nu mibanda ku
mahluk sejen disuhunkeun suka disuhunkeun ridona, da sanes maksud awon
ieu mung sakadar ngumpulkeun batu bentuk unik keur conto, bubuhan eta
patempatan bakal kakerem, sugan aya mangfaat keur susudeun anu pandeuri
.lngan lamun aya diantarana aya nungarasa kaganggu mangga wae candak
deui , da mulangkeun ka tempatna mah teu sanggup , jaba tempatna geus
aya anu kakerem, jaba poho deui timana lebah-lebahna eta batu anu dibwa
tur diampihan dikarungan.
Rabu, 14 Oktober 2015
HAUR LANGKA
HAUR LANGKA, jenis bambu haur yang jarang ditemukan karena memiliki ruas panjang batang tinggi dan tidak banyak memiliki cabang, seperti halnya bambu hur yang sering ditemukan tetapi haur ini menyerupai pohon pohon pinang seperti tampak dalam gambar di bawah yang ditemukan di muhara sungai cipaku ke sungai
cimanuk yang mulai tergenang air bendungan cimanuk sebelah barat gunung
surian.
DASAR SUNGAI CIPAKU
DASAR SUNGAI CIPAKU di bawah jembatan cipaku menuju cisema, dasar sungai ini terhampar batu cadas keras sepanjang sungai, seperti tampakpada gambar kearah hulu dan hilir dari jempabatan sama terhampar cadas menyerupai tembok dasar , dan sasak Cipaku menuju CiSEMA, yang akan tergenang TAMPAK MASIH BAGUS.
BATU BUKU BAMBU
-BATU BUKU BAMBU yang ditemukan di kawaan pinggiran sungai cipaku yang tertanam di pinggiran jalan
batu cukang cipaku, belum diketahui batu ini berasal dari mana dnn
bentuk keseluruhan erta panjangnya, karena sebagian ditanan dengan
tembok, menurut perkiraan yang ternaman 25 cm , batu ditanam menjelang
jembatan cipaku dari arah cipaku menuju ciema, kami mendapati ebelah
kanan batu ini seperti ada makam keramat, tidak sempat diamati,
pengamatan langsung ke dasar sungai, mengamati cadas dsar sungai yang
mirip dengan cadas malang yang kami temukan di leuwi lembu dan curug
emas ,dsk, di sungai cimanuk..gb di bawah batu buku bambu yang sengaja di tanam oleh pembuat jembatan cipaku menuju ke cisema.
RAKIT MUHARA CIPAKU
RAKIT MENGAPUNG di muhara cipaku bendungan cimanuk YANG dipergunakan pengambil ikan pada air bendungan yang baru membengkak di muhara cipaku pada bendungan cimanuk, dalam gambar di bawah tampak rakit mengapung dan sebatang pohon yang mulai tergenang,serta alur arus air yang menuju ke arah muhara cipaku .
LAJU PERKEMBANGAN AIR BENDUNGAN CIMANUK
LAJU PERKEMBANGAN
AIR BENDUNGAN CIMANUK salah satu contoh yang ditemukan di wilayah MUHARA CIPAKU cukup pesat padahal musim kering tetapi air terus bembengkak, seperti
tampak dalam gambar air terus merayap menembus sela-sela retakan tanah
sawah terus melaju tiada henti, hal tersebut menunjukkan bahwa pengisian
air bendungan terus melaju oleh aliran air sungai cimanuk. pada gambar 1 laju air bendungan yang meresap kedalam celah-celah retakan tanah sawah yang kering.
SITUS CISEMA LANDEUH
SITUS
CISEMA LANDEUH , ( cisema ) karena akan tergenang bendungan cimanuk, telah diidentifikasi pada balay situs telah diberi numeral , menurut nara sumber bahwa Situs
tersebut akan dipindah ke komplek SITUS CISEMA TONGGOH ( punclak damar ) yang akan luput
dari genangan bendungan Cimanuk, yang semakin membengkak.
Selasa, 13 Oktober 2015
PAIMARAN MESJID SADANG LANDEUH
PAIMARAN dari sebuah mesjid yang dibongkar di daerah genangan Sadanglandeuh, Cipaku Darmaraja Sumedang pasca penggenangan Cimanuk mesjid ini dibongkar bebarengan dengan pembongkaran rumah penduduk yang harus segera pindah karena daerah tersebut akan segera tergenang air waduk, lokasini berdektan dengan leuwi lembu cimanuk.
BATU KASUR BABUY
SITUS
BATU KASUR BABUY darmaraja pinggiran cimanuk, gambar kiri tampak
keseluruhan batu KASUR , deti batu kasur berbentuk cekung pada bagian bawah tidak tampak KARENA KESULITAN MENGAMBIL GAMBAR , bagian atas tampak lubang seperti lumur tempat air di bagian atasnya sudah terkikis karena rentang waktu, batu ini mungkin tidak terlalu mendapat perhatian pengunjung padahal berada di sebelah kiri jalan sumedang wado, berada di sawah pinggiran cimanuk ,sudah dekat ke tempat - nusasari gambar kanan tampak lumur batu kasur Senin, 12 Oktober 2015
BATU TELUR PECAH
BATU TELUR PECAH SUNGAI CIMANUK ditemukan di betulan situs Dalem Santapura wilayah desa cibogo darmaraja sumedang jabar, batu ini mirip telur burung onta, kami temukan sudah dalam keadaan pecah seperti ini, mungkin telah ada orang exfedisi batuan terlebih dahulu ke sini tetapi berbeda tujuan pemerhatian batu, kami mencari batuk bentuk unik sedangkan yang lain mungkin berbeda dengan kami, sehingga batu tersebut dengan sengaja dipotong , tetapi kami menangkap informasi dari pecahan batu ini, jika diterangi dengan senter maka batu ini mengeluarkan cahaya berbercak terang, seperti nya batuan ini mengandung suatu bahan sehingga menimbulkan cahaya berbercak-bercak,kami tidak paham tentang hal tersebut apakah batuan tersebut mengandung logam kaca atau bahkan intan ?
Sabtu, 10 Oktober 2015
BELAHAN ALIRAN SUNGAI CIMANUK
Pada saat exfedisi mengambil air wudlu untuk shalat asri di sungai cimanuk wilayah makam karamat situs Dalem Santapura ..desa cibogo kecamatan darmaraja kabupaten sumedang jabar., di wilayah ini aliran sungai cimanuk terbelah dua dengan yang di bawah pohonan bambu, air sungai sedang surut sehingga nusa pemisah aliran air sungai tampak ditumbuhi rumputan, tampak batuan yang sedang kami amati dan pengambilan sample batuan, air sungai tampak jernih,serta aliran air pada sungai sebelah masih keras, berbeda dengan yang sebelah yang dipakai berwudlu aliran tenang karena hanya sebagian kecil air sungai mengalir pada belahan sungai ini.
POHON BOLONG
POHON BOLONG tumbuh dipinggiran sungai cimanuk lokasi pamarahuan sadang cipaku darmaraja sumedang jabar ; dari bolong pohon ini tampak tembus ke sungai cimanuk dan sekitarnya, tim exfedisi mencoba menaiki dan menengok pemandangan dari bolong pohon, sangat menakjubkan melihat air sungai mengalir serta pemandangan lainnya di sekitar sebrang sungai , sayangnya pohon ini akan segera tenggelam karena bendungan cimanuk, dan tidak akan kelihatan lagi .
- reunghas -
- reunghas -
BUK SAKAWAYANA
Asep Enang Hasanudin = Buk Sakawayana =
punika p(u) saka ki sakawayana / kabene woten nama // sunan putih tanpa
nyawa // O // susunan jati langgeng // susunan jati wisesa / O // susunan
panyinget // o // batara susuk tunggal // O // batara sangkan waya // O //
batara sangkan tapa /// pejeban harib baya // sa ( n ) tohan reban ///
/// halat ngabehi nayapatra cikupa // da/len/(m) ngabehi nayapat (r) a muhara
(1) punika sajarah sakawayana, carita sunda den martabat, utawi iku
sundeweke. Sadurung ngersakaken sawiji-wiji masi luwang-liwung, nu
lihana, namahing kang ingaranan sanghiyang tubu lan kangingaranan
sanghiyang hopore. nuli birohe -
5. hing gusti ing deweke, ngandika ing dalem deweke, roh biru pepek sawijiwiji
ing dalem gusti. nuli hanyipta cahaya saking tengen dadi sarangenge, lan
hanyipta cahaya saking tengen dadi wulan. sarangenge eroh hing sijwetan,
roh nama, hing kalih rong welas tahun, nuli hanyiptalemah saking sar -
10. ta titihan gumantung tanpa cantelan, karana witing eroh. sasakala lan ana
sang batara tanpa rupa. nuli pendika gusti ing deweke, lan ana nama sang
batara jati langgeng lan
(2) batara tanpa nyawa. nuli hanyipta rupa kang nyata asal peteng perkara,
kang ingaranan batara panyinget lan batara sakawayana, eroh ana lemah
saga dua. parlih nem tahun, nuli nanyipta bumi langit, sarta bumi sang
mawa kangingaranan naga
5. ra nusa. tapak sarta kutane pitung lapis, lalakone limang wengi. kandele
luhure lalakone limang, dina hing malikane roh papat kalima pancer.
lanang titiga, wadon satunggil. nuli ngandika titiyang papat dening
batara, dinagalanan kang sepuh, lunga hing mesah, lamang
10. kang panengah langkahing bumi panibal hing ngulon. lanang kang anom
langkahing basisir, kang wadon lungi hing karang dukuh. sawure roh
batara nyandak nama ki pariya tangga, sarta henggo
(3) udeng ireng, sinjang ireng, nuli lunga hanggawa cis, dating bumi panibal,
sarta den cepengan cis dadi sagara anakan. nuli hanyipta gunung taraju,
karana hamimbang alam dunya. Nuli hanyipta sagara gede, sarta den
keproken pa-
5. nangane dadi sagara kaya sawah ngotak-ngotak. wus pepek nusa tiga
puluh tiga, nuli gisikaken panangane, wus dadi sagara kaya mangkin,
tatapi durung ana eusine, karana eusina mung saleman alloh taala.
hagawe sagara anakan ijrah sawelas gerehuli tahun. nuli hanyipta
gunung
10. munaroh hingaranan titihan panggungan kancana. nuli hanyipta basisir
kalapa genep, ditengah dingaranan leutak si balagadama. nuli disaur
titiyang papat dening
(4) batara, datang munaroh, sarta tanpa warisan, karena batara ajeng merad.
warisan lanang kangsepuh; cis hiji,
surban hiji, bende titiga, kerang hiji, cingcin hiji, bedug hiji, kuda pun
boweh hiji, kuda bulu landak hiji
5. munding bulu hiris hiji, sarubang sarangka awak hiji, salumpir sarangka
bitis hiji, jamang kere hiji, teregos hiji, cilo-cilo hiji, umbul-umbul kadut,
badawang batok hiji. saparantayan warisan kang wadon; jangjang hiji,
cupu hejo tujuh lapis hiji, sinjang batik hiji,
10. kacip hiji. warisan lanang panengah; pedang sakawayana hiji, kalapa
sahulu, lantenan sabatekan. warisan lanang kang anom; pedang damar
murug hiji, kuda ireng hiji. nuli merad
(5) batara lawas-lawas teka malih ing awing-awang, sarta metu ning
cikaringet,sarta den gisikdadi sagara kidul. Karana kidul eroh tengen.
Metu cikaringet citangis, den gisik dadi orang dadi sagara kaler. karana
kaler roh kiwa. sarta ana
5. wates lor kidul. sawuse roh hanyiptagunung patang puluh hing nusa jawa,
nuli batara hingaranan ratu kancana. lakune ngajajah nusa tigang puluh
tiga lawase salapan ratus tahun. nuli ratu kancana dicipta dening batara,
dadi sipat langgeng gagang pangot, dipernahkeun di gunung licin. sawuse
eroh
10. batara sakawayan hagenti sareat maring perbu harismaung, lan perbu
harismaung dipernahkeun di gunung halimun. hanyangga pajajaran,
perbu taji dipindahkeun hing
(6) sumedang dadi papatok pajajaran. batara arep rumbak pajajaran, nuli
perbu milihaling sakawayana, sarta henggawa cacah saking papajaran
pitung somah. perbu harismaung henggawa ratnagumilang, hapuputra aji
mantri, aji mantri apuputra
5. lanang papat istri dua; hiji satowangan kadang serang, garwane apun ayu
ajeng sawista. kapindo santowan sowana buwana, garwane apun ayu
ajeng wanisah. kaping telu santowan pergong jaya, kang carita hing
taraju, kaping pat santowangan jaga baya, istrine apun ayu ajeng alisah,
hapuputra istri hiji, apun
10. pananjung, apun pananjung digawa dening susuhunan mangkurat,
hapuputra raden doberes. santowangan kadang serang hapuputra
tanduran sawita, hapuputra
(7) dua, embah gede lan embah tumu. santowangan sawana buwana hapuputra
tanduran mataram, tanduran mataram hapuputra kiriya manggala, hing
sakawayana sumedang. darma manggala hing talaga, kampung windu
sakti. kiriya hing sumedang,
5. anta manggala hing sakti barang. santowangan jaga baya hapuputra kiyai
perlaya, istrine tanduran saka. tanduran saka hapuputra naya manggala,
istrine embah putrid, hapuputra embah arjawayang, hapuputra embah
kidul, hapuputra pangarasan, hapuputra cakrayuda, kang dibuang hing
sumedang. malih
10. santowangan putra perbu ka ngaranan dewi wanita, hapuputra embah gede
lan kapindo embah singanurun. Punika terusna sakawayana. Sang darma
rehe, sang batara
(8) tanpa rupa, sang batara tanpa nyawa, sang batara jati langgeng, sang
batara panyinget, sang batara sakawayana, sang perbu harismaung,
hapuputra aji mantri, hapuputra genep; santowangan kadang serang,
santowangan sawanan
5. buwana, santowangan pergong jaya, santowangan jagabaya, nyai ayu,
nyai jili. Santowangan jaga baya hapuputra ngabehi inaya manggala,
ngabehi inaya manggala hapuputra ngabehi inaya patra, ngabehi inaya
patra hapuputra inaya suta, ngabehi inaya suta
10. hapuputra ngabehi patra manggala, ngabehi patra manggala hapuputra
inaya patra, ngabehi inaya patra hapuputra ngabehi arsayuda, ngabehi
arsayuda hapuputra
(9) naya manggala, ngabehi naya manggala hapuputra nyi mas
dipantarkeba, nyi mas dipantarkeba hapuputra inaya, ngabehi ianya patra
hapuputra ngabehi nayapatra, ngabehi inaya patra kagungan saderek istri
5. hiji, nyi mas unggeng, nyi mas unggeng hapuputra ngabehi inaya patra,
ngabehi inaya patra hapuputra ngabehi iyana patra, kang dadi jagasastru
hing nagara sumedang. Tamat. Tatkala Tinulis hing dina kemis hing
tanggal kaping 14 hing bulan rayagung hing
10. tahun je, wahiyah nabi salam 1262. awodening kang nulis hingkang putra,
bapa jibah, serang wakil rama hemang kasjan, sami di serang sumedang. - ijin copas nara sumber -
punika p(u) saka ki sakawayana / kabene woten nama // sunan putih tanpa
nyawa // O // susunan jati langgeng // susunan jati wisesa / O // susunan
panyinget // o // batara susuk tunggal // O // batara sangkan waya // O //
batara sangkan tapa /// pejeban harib baya // sa ( n ) tohan reban ///
/// halat ngabehi nayapatra cikupa // da/len/(m) ngabehi nayapat (r) a muhara
(1) punika sajarah sakawayana, carita sunda den martabat, utawi iku
sundeweke. Sadurung ngersakaken sawiji-wiji masi luwang-liwung, nu
lihana, namahing kang ingaranan sanghiyang tubu lan kangingaranan
sanghiyang hopore. nuli birohe -
5. hing gusti ing deweke, ngandika ing dalem deweke, roh biru pepek sawijiwiji
ing dalem gusti. nuli hanyipta cahaya saking tengen dadi sarangenge, lan
hanyipta cahaya saking tengen dadi wulan. sarangenge eroh hing sijwetan,
roh nama, hing kalih rong welas tahun, nuli hanyiptalemah saking sar -
10. ta titihan gumantung tanpa cantelan, karana witing eroh. sasakala lan ana
sang batara tanpa rupa. nuli pendika gusti ing deweke, lan ana nama sang
batara jati langgeng lan
(2) batara tanpa nyawa. nuli hanyipta rupa kang nyata asal peteng perkara,
kang ingaranan batara panyinget lan batara sakawayana, eroh ana lemah
saga dua. parlih nem tahun, nuli nanyipta bumi langit, sarta bumi sang
mawa kangingaranan naga
5. ra nusa. tapak sarta kutane pitung lapis, lalakone limang wengi. kandele
luhure lalakone limang, dina hing malikane roh papat kalima pancer.
lanang titiga, wadon satunggil. nuli ngandika titiyang papat dening
batara, dinagalanan kang sepuh, lunga hing mesah, lamang
10. kang panengah langkahing bumi panibal hing ngulon. lanang kang anom
langkahing basisir, kang wadon lungi hing karang dukuh. sawure roh
batara nyandak nama ki pariya tangga, sarta henggo
(3) udeng ireng, sinjang ireng, nuli lunga hanggawa cis, dating bumi panibal,
sarta den cepengan cis dadi sagara anakan. nuli hanyipta gunung taraju,
karana hamimbang alam dunya. Nuli hanyipta sagara gede, sarta den
keproken pa-
5. nangane dadi sagara kaya sawah ngotak-ngotak. wus pepek nusa tiga
puluh tiga, nuli gisikaken panangane, wus dadi sagara kaya mangkin,
tatapi durung ana eusine, karana eusina mung saleman alloh taala.
hagawe sagara anakan ijrah sawelas gerehuli tahun. nuli hanyipta
gunung
10. munaroh hingaranan titihan panggungan kancana. nuli hanyipta basisir
kalapa genep, ditengah dingaranan leutak si balagadama. nuli disaur
titiyang papat dening
(4) batara, datang munaroh, sarta tanpa warisan, karena batara ajeng merad.
warisan lanang kangsepuh; cis hiji,
surban hiji, bende titiga, kerang hiji, cingcin hiji, bedug hiji, kuda pun
boweh hiji, kuda bulu landak hiji
5. munding bulu hiris hiji, sarubang sarangka awak hiji, salumpir sarangka
bitis hiji, jamang kere hiji, teregos hiji, cilo-cilo hiji, umbul-umbul kadut,
badawang batok hiji. saparantayan warisan kang wadon; jangjang hiji,
cupu hejo tujuh lapis hiji, sinjang batik hiji,
10. kacip hiji. warisan lanang panengah; pedang sakawayana hiji, kalapa
sahulu, lantenan sabatekan. warisan lanang kang anom; pedang damar
murug hiji, kuda ireng hiji. nuli merad
(5) batara lawas-lawas teka malih ing awing-awang, sarta metu ning
cikaringet,sarta den gisikdadi sagara kidul. Karana kidul eroh tengen.
Metu cikaringet citangis, den gisik dadi orang dadi sagara kaler. karana
kaler roh kiwa. sarta ana
5. wates lor kidul. sawuse roh hanyiptagunung patang puluh hing nusa jawa,
nuli batara hingaranan ratu kancana. lakune ngajajah nusa tigang puluh
tiga lawase salapan ratus tahun. nuli ratu kancana dicipta dening batara,
dadi sipat langgeng gagang pangot, dipernahkeun di gunung licin. sawuse
eroh
10. batara sakawayan hagenti sareat maring perbu harismaung, lan perbu
harismaung dipernahkeun di gunung halimun. hanyangga pajajaran,
perbu taji dipindahkeun hing
(6) sumedang dadi papatok pajajaran. batara arep rumbak pajajaran, nuli
perbu milihaling sakawayana, sarta henggawa cacah saking papajaran
pitung somah. perbu harismaung henggawa ratnagumilang, hapuputra aji
mantri, aji mantri apuputra
5. lanang papat istri dua; hiji satowangan kadang serang, garwane apun ayu
ajeng sawista. kapindo santowan sowana buwana, garwane apun ayu
ajeng wanisah. kaping telu santowan pergong jaya, kang carita hing
taraju, kaping pat santowangan jaga baya, istrine apun ayu ajeng alisah,
hapuputra istri hiji, apun
10. pananjung, apun pananjung digawa dening susuhunan mangkurat,
hapuputra raden doberes. santowangan kadang serang hapuputra
tanduran sawita, hapuputra
(7) dua, embah gede lan embah tumu. santowangan sawana buwana hapuputra
tanduran mataram, tanduran mataram hapuputra kiriya manggala, hing
sakawayana sumedang. darma manggala hing talaga, kampung windu
sakti. kiriya hing sumedang,
5. anta manggala hing sakti barang. santowangan jaga baya hapuputra kiyai
perlaya, istrine tanduran saka. tanduran saka hapuputra naya manggala,
istrine embah putrid, hapuputra embah arjawayang, hapuputra embah
kidul, hapuputra pangarasan, hapuputra cakrayuda, kang dibuang hing
sumedang. malih
10. santowangan putra perbu ka ngaranan dewi wanita, hapuputra embah gede
lan kapindo embah singanurun. Punika terusna sakawayana. Sang darma
rehe, sang batara
(8) tanpa rupa, sang batara tanpa nyawa, sang batara jati langgeng, sang
batara panyinget, sang batara sakawayana, sang perbu harismaung,
hapuputra aji mantri, hapuputra genep; santowangan kadang serang,
santowangan sawanan
5. buwana, santowangan pergong jaya, santowangan jagabaya, nyai ayu,
nyai jili. Santowangan jaga baya hapuputra ngabehi inaya manggala,
ngabehi inaya manggala hapuputra ngabehi inaya patra, ngabehi inaya
patra hapuputra inaya suta, ngabehi inaya suta
10. hapuputra ngabehi patra manggala, ngabehi patra manggala hapuputra
inaya patra, ngabehi inaya patra hapuputra ngabehi arsayuda, ngabehi
arsayuda hapuputra
(9) naya manggala, ngabehi naya manggala hapuputra nyi mas
dipantarkeba, nyi mas dipantarkeba hapuputra inaya, ngabehi ianya patra
hapuputra ngabehi nayapatra, ngabehi inaya patra kagungan saderek istri
5. hiji, nyi mas unggeng, nyi mas unggeng hapuputra ngabehi inaya patra,
ngabehi inaya patra hapuputra ngabehi iyana patra, kang dadi jagasastru
hing nagara sumedang. Tamat. Tatkala Tinulis hing dina kemis hing
tanggal kaping 14 hing bulan rayagung hing
10. tahun je, wahiyah nabi salam 1262. awodening kang nulis hingkang putra,
bapa jibah, serang wakil rama hemang kasjan, sami di serang sumedang. - ijin copas nara sumber -
RINGKASAN CERITERA PANTUN DADAP MALANG SISI CIMANDIRI
NANO =carita lengkep dadap malang =
IJIN COPAS NARA SUMBER
PANTUN
BOGOR (beunang RAKEAN KALANG SUNDA) papantun nujadi ciri BUKTI NYAMPAK
yen PRABU SILIWANGI tumetep NGAGEM JATI INDUNG ! 1. Lamun dipareng dia
pasampak; jeung nu arunggah ka MANDALA; kula titip pangabakti; pamunjung
kanu di RUHUR; nu kiwari pada suwargi; Pun sapun! ka RUHUR ka Bale
Agung Anu Nunggal di Mandala Agung! Ka HANDAP ka Batara pangraksa jagat;
ka Batari panghurip bumi; ka Ambu Sari Pohaci; ka Nay Sri Ambu Pangasih
Paralun! ka gunung bakal kacatur; ka lebak bakal kasebut; ka cai bakal
kaungsi; ka tangkal bakal kapahpral; ka sakabeh nu ngarana ; dijieun
bukti carita; tapi carita nu teu make saksi; Pun ! Kaula deuk nginjeum
ngaran; caturkeuneun dina beja; lalakonna DADAP MALANG; nu baheula
nyorang aya; sisi kidul CIMANDIRI Paralun ! Saha nu diinjeum ngaranna ?
Putri Bungsu P U R N A M A S A R I; mayang P A J A J A R A N nu lenjang.
Saha anu dilalakonkeun ? RAKEAN KALANG SUNDA; nu engkena salin rupa.
Paralun! Ayeuna mah; ulah panjang untar nu diarah; ulah mandang gendang
mawa wirama; ulah sungapannana anu dijugjug; tapi urang teang
tampiannana; munday ka muharana Urang mimitian bae; di jaman PAJAJARAN
meujeuh tagiwur; dayeuhna eukeur dirugrug; deuk dijarieun JAGAT PAPAK.
2. Kocapkeun di waktu perang; di muhara Cipinanggading; saha nu jadi
lulugu perang ? di PAJAJARAN ; RADEN KUMBANG BAGUS SETRA; nu can lila
papangantenan; ka NAY PUTRI PURNAMASARI; putri raja pangbungsuna. Nu
jadi tameng dadana ? NAY RADEN KALANG SUNDA; nu ceuk beja ti nu weruh;
asalna ti KAHIYANGAN; Nu dijurung ? Ku SANGHIYANG DEWA BATARA KALA;
turun jadi budak angon; nu dikukut ku Ki Lengser pikeun jaga di wayahna;
jadi aweuhan patakonan; ku tetengger patilasan; jeung ku uga
ka-awun-awunan Mun Rakean direndengkeun; jeung Den Kumbang Bagus Setra;
moal heula deudeuleuan; tina muncang saparangge; ngan bae kulit Rakean;
hideung santen tapi manis ! Ceuk tadi oge, ulah panjang untar nu diarah;
tapi abeh gancang ka muharana; urang punday ti tampiannana; Urang
longok bae Si Lengser; nu di muhara Cipinanggading; keur mapag muduh nu
ti kulon. Ceuk Si Lengser: “Deuleu, Rakean ! Ari ngaranna perang teh;
mudu maehan samemeh dipaehan ! tapi Ulah maehan lamun teu perlu ! jeung
ulah poho; papasten teh; hanteu dipastikeun ku seukeutna tungtung
tumbak; atawa ku baruang ruruhit panah ! tapi, KU TEPUNGNA WAKTU NU
TANGTU; NU NANGTUKEUN AYANA AYA; JEUNG NANGTUKEUN AYANA EUWEUH; tapi,
DINA PINDAHNA AYA KA EUWEUH; NGAN EUWEUH DINA PANGDEULEU; TAPI TETEP AYA
DINA EUWEUH JAMAN. Tah ! Sabab eta, Rakean ! Ulah sia edek keder ! Amun
paeh di pangperangan; perang bela ka nagara najan ngaran sia
dilaleungitkeun; di buritna moal sia jadi jurig ! Sabab sia mah;
kapapancenan; nganyam carita saban jaman; numbu catur keuna waktu; mudu
tunggu ka cundukna; nyaksian saniskara; anu jagana pasti bukti kajadian !
Ayeuna Rakean ! Dengekeun ku sia ; Tuh ku sia deuleu; Nay Putri
Purnamasari; jeung Den Kumbang Bagus Setra ! Perangna parerendeng; teu
garimir ku pamor keris ; teu nyaringkah ka hujan panah. Tapi, ngaladenan
musuh nu ngarempug; teu beda meong sajodo; Ngaing ayeuna mudu mantuan
raja Sia di dieu ! Bantuan den Bagus Setra; jeung jaga-jaga jug sia! Nay
Putri Purnamasari; ulah murag buukna salambar; ulah ngeclak getihna
sakeclak ! Mun kapaksa: perangan sia mudu atar; sia mah mudu mundur;
dina buntutna aleutan ! Jeung dimana sia mundur; tapak sia ninggalkeun
kalang; mudu dibalayan tulang musuh; jeung taneuhna mudu kasiram heula
getih nu julig ! Ngaing ayeuna deuk mantuan raja; mihape ngaing Nay
Putri; ulah awak inyana karagap ku nu lain ragapeunnana…! Urang ayeuna
kocapkeun DAYEUH PAJAJARAN; dayeuh Pajajaran nu baheula ! Dayeuh geus
kakurung musuh; rungkad kuta ancur lebur; jadi rata eunjeung taneuh !
Ngaguruh ! Cara Guntur turun ti Gunung ! Laju ! Der dimana-mana; seuneu
burung nggedag-gedag; luntab-lentab mani nyeak ditiup angin kenceng
ngahiuk ! Sora seuneu nu ngaguar sabari nyuit; jeung surak musuh nu
ngaguruh; dibarengan ku sora awi pating beletok; tina imah-imah dihuru
musuh ! Ditambah ku jerit sasambatna somah; nu kasima teu walakaya;
jeung haregungna balad nu taratu; waktu gugur jero kalang pangperangan !
Moal kacipta ku Pujangga; moal kagambar ku tukang ngarang; moal katepi
ku tukang mikir; moal kacatur ku juru pantun…! Geumpeur – keueung –
sieun – ambek – rusuh – nyeri – sedih – keuheul…. ! Kabeh jadi hiji dina
tarungna URANG PAJAJARAN ngalawan musuh anu bilanganana hanteu nanding;
jiga geus kitu muduna; ditangtukeun KU NU NYIEUN LALAKON; silalatu jiga
disebar kamana-mana; nyundut hateup imah nu jarauh. Saban seak leokna
angin; ranggeuman seuneu tatabah ngalegaan. Nya hanteu lila; sadayeuh
PAJAJARAN; jadi TALAGA NALA-SINALAAN…! Euweuh saung nu nangtung; euweuh
kandang tinggal papalang; euweuh leuit anu kari; euweuh imah anu hanteu
kalentab ! Kabeh anu aya di jero dayeuh; euweuh nu kari ! Kabeh- kabeh-
kabeh-…… kabeh ngan kari urutna ! Kadaton kari umpak; tingpecenghul dina
lebu anu hauk ! Tamanna jiga rarahan; tarate layu kabarerang; Tangkal
kadu – tangkal manggu; tundun – dukuh eujeung picung; ngan kari kayu nu
nangtung; hideung lestreng jaradi areng; ngalenggeceng sabari ngelun !
Kabeh- kabeh-……jaradi lebu…! KETANG ! Aya keneh nu kari; jiga teu
kadeuleu ku seuneu; NYA eta! HANJUANG SIYANG sadapuran; sisi taman
beulah wetan; sakalereun LAWANG GINTUNG ! Tah eta ! PAKU JAJAR
sadapuran; jiga dikarikeun pikeun saksi; anu nyorang milu ngalaman; JAYA
JEMBAR PAJAJARAN; nu nalangsa teu walakaya; neuleu PAJAJARAN; lebar
jadi awun-awun; Jiga ditinggalkeun pikeun bukti; yen mun jaga; raja
panyelang hayang nuar; tangkal awisan nu nyesa; tina eta KIPAHARE
sadapuran; tah eta teh tanda wayahna; caringin agung; baris rungkad
kaanginan; buah hejo jaradi beureum; muragna ku lini gede ! LAJU !
PAJAJARAN NGADEG DEUI TIMBUL TINA SILALATU ! Urang tunda pakujajaran
pahare-hare; ngajajaran sisi jalan; nanggoan wayahna siang; beulah kaler
ngabaranang…. Urang kocapkeun bae; PAJAJARAN kadeseh perang…! RADEN
KUMBANG BAGUS SETRA; jeung RAKEAN KALANG SUNDA; bari ngahapit NAY PUTRI
PURNAMA SARI; perangna mudu mundur, mundur-mundur; mundur ka girangkeun !
Laju nyabrang ka PAMOYANAN ; ka beulah wetan ka suku gunung; nu kiwari
disebutna GUNUNG GADUNG ! Di dinya perang deui; perang rosa jasa !
Ngamukna Rakean; ngabantu perangna meong sajodo; nahaliwukwun musuh nu
ngarempug ! Di tegalan GANDAPURA; urang kocapkeun; rakean dihurup
ratusan musuh ! Tapi, moal Rakean dingaranan KALANG SUNDA; mun masih
keneh aya tumbak bisa neurak; aya bedog bisa nyeblok; aya panah bisa
keuna……; Sabab nu harita eukeur ngamuk; lain Rakean KALANG SUNDA; tapi
SUKMA SUNDA anu ngalang raga RAKEAN……! Harita; harita dina hunyur anu
kidul; NAY PUTRI PURNAMASARI; parerendeng jeung DEN BAGUS; keur haliwu
ngayonan musuh ! Tapi teu beda ombak sagara; nu ngaguruh neumbrag
karang; laju buyar jadi budah; tah kitu datangna musuh; nu ngarugrug
laju kasambut ! Sabab hanteu beda tina karang; tara ngeser ti basisir;
NAY PUTRI jeung DEN BAGUS; teu nyingkah najan satindak; Urang kocapkeun
deui dina LEBAK PAMEGATAN di tegalan GANDAPURA; rajeuna dikurung musuh;
anu bari surak mani ngaguruh; ting pucunghul ti saban juru; jiga ajag
regag saaleutan; narubruk uncal nu kapakung; tapi Rakean hanteu keueung;
dina campuh pagulung-gulung; Rakean ngejat ka tengah abrulan; KUJANG-na
euweuh gagalna ; tiap musuh nu kasunduk; terus nambru amburadul.
Aleutan musuh tambal ngabrul; tambah deui hakanaeun KUJANG; tambah deui
nu jaradi wadal; tapi aleutan teu eureun2; musuh ngabrul pa-buru2; jiga
koral diawur urug; cara koral turun ti gunung; wadal KUJANG nu pandeuri;
pa-unggul2 nindihan batur; lain batur PAJAJARAN. Tapi batur nu
nga-rug-rug; kumaha ramena perang harita; teu kacatur dina galur; tapi
cenah ceuk beja mah; eureun soteh ku sabab matapoe geus surup tukangeun
gunung; laju musuh pada reureuh ! __________________________________
Hear-hear cahaya tina sinar matapoe; nu di kulon nyusup kahalingan
gunung-gunung di kajauhan; geus teu geuneuk teu melegmeg; tapi semuna
geus meh rata; jeung semu langit nu mentang ti beulah wetan….
reup…reup…reup….. gancang ilangna deungdeuleuan! Beurang geus kaganti ku
peuting ! Peuting…. poek anu poek; anu poek di Gunung Gadung………. !
Gunung Gadung ! Rada jauh ti beulah kaler; langit tembong semu geuneuk
rada kasumba, nandakeun ruhak-ruhak di urut DAYEUH PAJAJARAN; masih
keneh ruhay; kahurungkeun deui- kahurungkeun deui; ku angin anu
ngagelebug ngulon-ngidul; peuting harita; peuting Gunung Gadung. Tapi-
lain peuting anu jempling! Sabab ti sareupna poek turun ngarurub alam;
bebence teu eureun-eureun tinggeleber pulang anting; gandeng tuweuw
patembalan; regag ajag ti kaanggangan ! Mingkin poek mingkin tambah rasa
keueungna; mingkin tetela kadengena; ungas-ingus maung eujeung kerud;
kalaluar ti guhana; ngambeu hanyir getih kabawa angin; tinggolosor
sa-gede-gede cangkeng; oray sanca pararanjang; ngambeu bangke patulayah;
diselang teu eureun-eureun rada jauh kadengena; loba jerit menta
tulung; jerit jelema nu harirup keneh; tapi payah teu walakaya; keur
direcak ajag nu garalak; loba jerit sasambatan; jerit jelema harirup
keneh; tapi payah teu walakaya; keur ditekuk digusur maung Peuting
harita disimbutan ku poek mongkleng; Rakean nyingkah lalaunan ka ruhur
hunyur ! Reg- randeg ! Rakean ngarandeg deukeut mumunjul; ceuk inyana
bari ngaharewos: “Raden Bagus ieu kaula!” ti nu poek kadenge tembal nu
ngaharewos: “Rakean !?!?” Harewos Rakean bari ngadeukeutan: “Heu-euh…!
Kula Rakean…! Meungpeung musuh eukeur meungpeung poek sakuriling
bungking ! Geuwat geura nyingkah ! Tuturkeun batur ngidul ngetan ! Geura
nyingkah ! Ulah dia ngadagoan kula !” Harewos deui tinu poek: “Ari dia
deuk kamana Rakean ?” Ceuk Rakean harewos sabari mundur: “Kula mah deuk
naggoan brayna beurang; deuk nyanghareupan hudangna musuh ! Supaya dina
brayna beurang geus caang deui, dia duaan geus jarauh ti pangdeuleuna !”
Harewos nembal ti anu poek; harewos nembal Nay Putri: “Rakean ! mending
geh nyingkah tiluan sabab musuh lain layaneun ku saurang !” Harewos
deui ti Rakean: ” Montong teuing ku sorangan; isukan mah musuh teh lain
pitandingeun urang tiluan, tapi memeh kula ninggalkeun kalang; musuh
deuk di-awut-awut heula; supaya dia duaan bisa jauh hese susuleun; Mun
dia deuk ngadagoan; tanggoan bae dimana karep…!” Nay Putri ngaharewos:
“Rakean ! kumaha mun kasambut…!?” Harewos Rakean sabari mundur: “Awak
kula jadi babatang; hakaneun ajag di sampalan; pacokeun gagak anu
nyampak ! Ayeuna mah dia bae geura nyaringkah; Engek oge kula nyusul;
Tapi ulah eudeuk ngarep-ngarep”. Sakali deui ti anu poek; kadenge sora
harewos; dibarengan sora tindak ati2; ceuk harewos- harewosna Raden
Bagus : ” Hade ! Kula ditanggoan handapeun caringin leutik; di
mumunggang hunyur itu !” (*TUNDA! keun sina nyaringkah sina naranggonan
di mumunggang ! Urang mah urang tuturkeun Rakean nu turun ka lebak deui
deuk nanggoan musuh harudang ! Urang kocapkeun geus beurang deui…!)
Musuh anu jaragjag keneh; geus sarurak deui! LAJU ! breg ngahurup Rakean
! teu kacatur kumaha perangna ! ngan kacatur bejana mah Rakean teh
kawalahan….! Laju inyana ngarabut tangkal Kawung carulukan! laju
dibubat-babet ka musuh… ! Ayeuna rada mendingan; sakali mabuk teh; bisa
aya belasna musuh; anu ringsek kabeh tulangna; acan deui nu katakol; ku
caruluk muncrat geutahna; boro-boro musuh eudeuk nubruk; boro-boro
pakarang ngangkat pakarang; ku gagaro oge bae; geus kawalahan; ateul
retep saluar awak; geus lain garoeun deui; geutah caruluk nyaliara;
tul-tel tepa ka anu nga dupak… nepieun ka loba jasa musuh; nu teu
katakol; teu ka-toel-toel acan; ku caruluk anu muncrat; teu pugah-puguh
jadi arateul…! katepaan ateul tinu arateul; nepieun kusabab anggeus teu
tahan; loba musuh gagarona; gugulingan bari aeuk-aeukkan; jiga can mahi
keneh nga-kayana. Rakean laju ngarabut tangkal jengkol; nu dipake
nyayang odeng; laju tangkal jengkol sayang tawonan;
di-keprak-keprakkeun; keuna musuh nu kawalahan GARO GANYANG…! Nya
karuhan loba musuh nu teu tahan; nya karuhan loba jasa nu marodar;
nepieun tina musuh anu ratusan; ngan kari bebelasan nu hirup ! Ti dinya
reup-reup… beurang kaganti ku peuting ! Rakean kaluar kalang; anggeus
kalangna dibalay pitulangeun; anggeus taneuhna kasiram getih; ku getih
nu kasambut…..! Gunung Gadung, Gunung Gadung nu kiwari aya keneh; teu
lila ti harita; jadi tegal tulang rancah darah; Gunungna aya keneh; ngan
rancahna anu saat; tapi tegalna di jaman nu bakal kasorang; baris pinuh
deui dieusi tulang! lain tulang nu jaradi wadal; tapi tulang ti nu
marulang sabab wayahna balik ka jati mulang ka asal ! (*TUNDA ! urang
tunda Gunung Gadung nanggoan wayah jadi deui tegal tulang….. urang
tuturkeun bae Rakean ka luar kalang! Inyana unggah ka mumunggang urut
Raden Kumbang Bagus Setra) Sejana eudeuk reureuh; tapi geus kitu muduna;
Rakean kaheesan; mani tibra kerek nyegrek; heesna kaheesan…. Tengah
peuting; geus deukeut janari; Rakean lilir; korejat hudang; laju
ngadapang deui; bari matana dikerungkeun; pangdeuleuna diseukutkeun;
nembus poek anu melegmeg. __________________________________ IEU BUKTOS
NYATA PRABU SILIWANGI TEU INGKAH INCAH BALILAHAN TINA AGEMAN JATI
INDUNG, mangga titetan masing imeut tur tarapti. Ceuli Rakean anu
pangdengena tara bisa kacolongan; ngadenge sora anu ngeresek; anu
lalaunan unggah ngadeukeutan…; laju ku pangdeuleuna anu seukeut;
kadeuleu aya anu ngaringkang; ringkangna jelema jangkung gede; anu
ngadeukeutan bari leumpang dodongkoan ! Rakean pura-pura hees; padahal
dina nangkuban; handapeun beuteungna mah; KUJANG geus pageuh dina
peureupna ! Reg randeg ! nu nyampeurkeun laju ngarandeg; laju
ngaheuaykeun cangkuang; lebakeun Rakean lima tindakeun; Rakean cicing
bae! Laju ceuk anu nyampeurkeun teh: “Rakean…. Rakean ! Ieu kaula !
Kaula AL KOWANAH anu bareto ditamping ku raja tea!”, tapi Rakean hanteu
nembal. Ceuk nu nyampeurkeun: “Rakean, anggeus ulah perang deui, ka dia
teh kula mah nyaah bagusna nyaah ku ngorana…! Anggeus ulah dia perang
deui, ulah dia deuk ngabelaan deui; jelema-jelema nu nyarembah MATAPOE;
anggur dia Rakean; asup ka kaum-na para NABI…! Ambeh engke jaga; amun
dia paeh dipapagkeun opat-puluh bidadari…! Rakean laju diuk; sila tutug
rada ngadepong; cara MAUNG KUMBANG ngambu bahaya; pangdeuleuna hanteu
leupas; ngawaskeun ti anu poek; kanu keur nangtung sisi Cangkuang ! Ceuk
nu nangtung sisi Cangkuang: “Rakean ! Geura mikir ! Engke mah bisi
kaduhung ! Sabab jaga mun kiamat; sakur nu teu anut ka NABI jeung Tuan
SYEH-na; paraehna teh baris diinuman wedang timah anu ngagolak…! Tah
kitu Rakean, ceuk Tuan Syeh di Nagara ARAB…!” Ceuk Rakean, bari teu obah
tina silana: “KAULA HANTEU PERCAYA…! KAULA HANTEU PERCAYA KA TUAN SYEH!
KA SAHA NGOMONG KITUNA…?” Ceuk nu nangtung sisi cangkuang: “Ka kaula
Rakean, ka Kaula AL KOWANAH…!” Ceuk Rakean: “KAULA TEU WAWUH KA AL
KOWANAH…! Ceuk Al Kowanah: “Tilok dia teu wawuh…? Apan kaula tea anu
bareto ditamping ku raja! Bareto ngaran kaula JAYA ANTEA…!” Ceuk Rakean:
“KA TUAN SYEH, KAULA GEUS HANTEU PERCAYA, SAMINGKIN KA DIA MAH…! JAYA
ANTEA, INGET MANTAKNA DIA DITAMPING KU RAJA…? BEUSI DIA ANGGEUS POHO,
JAYA ANTEA; KU DIA GEURA DENGEKEUN; SABAB-SABABNA DIA DITAMPING KU
RAJA…! BARETO DI KARATON PAJAJARAN; AYA NU DIPERCAYA JASA KU RAJA
KAULA…! RUPANA ETA JELEMA MEH SARUPA JEUNG PRABU ANOM; NYA KITU
DEDEGANANA NEPIEUN LOBA JELEMA KASAMARAN! KU RAJA INYANA DIJIEUN PURAH
TARIMA SEMAH; NU DARATANG TI NAGARA DEUNGEUN; JEUNG DIJIEUN UTUSAN RAJA
MAWA SURAT JEUNG ANTEURAN; KA RAJA-RAJA DI TANAH SABRANG LILA-LILA
SABAN-SABAN ETA JELEMA; MULANG DEUI TI PANYABAAN; MUDU BAE KAJADIAN LOBA
SOMAH JADI BARINGUNG…! EUJEUNG LILA-LILA ETA JELEMA TEH; MINGKIN SERING
INDIT NYAANA; NYAO TEUING KAMANA……….! BEBEJANA KA RAJA MAH; DEUK
NGARONDA MARIKSA WATES…! SABAN-SABAN INYANA MULANG; SOMAH TAMBAH LOBA NU
RAROBAH….! MALAH……………………………… GEUS LAIN HIJI DUA DEUI; NU NGALAWAN KA
PANGIWA; NGELELEWE KANA ADAT TALI PARANTI KARUHUN; MALAH AYA NU WARANI;
NGUCUT-NGUCUT PAGER PAKARANGAN ANU SANGAR; JEUNG TI PEUTING MALEDOGAN
IMAH PUUN…..! SAMALAH NYALIARA AYA BEJA; YEN MUN RAJA PAJAJARAN; TERUS
BAE MUMUNJUNG KA MATAPOE; NAGARA PAJAJARAN BARIS LEBUR KAHURU; BARIS
KALAPARAN EUWEUH TUMBALNA…! CANH TUMBAL HIJI-HIJINA NYAETA RAJA MUDU
DISUNDATAN, JEUNG SOMAH SAKABEHNA MUDU NGUCAP HIJI MANTRA NU BASANA LAIN
BASA PAJAJARAN………..!!!!!!!!!! TAPI SAENYANA MAH; CEUK NU NYAHO
RAHASIAHNA; ETA MANTRA TEA; DINA HARTINA SABENERNA SARUA BAE JEUNG “M A N
T R A P A J A J A R A N…!” BEDA SOTEH ; NGAN WUNGKUL DINA PETANA !
JELEMA ANU NYIEUN SOMAH PADA RAROBAH; JADI DANGKA KA RAJANA; JEUNG
MARICEUN TALI PARANTI KARUHUN; KU RAJA TEH KANYAHOAN…! NYAHO DIA JAYA
ANTEA ! SAHA NGARANA ETA JELEMA ? TAPI RAJA PAJAJARAN; RAJA ADIL, RAJA
SABAR…! JELEMA ANU JULID TEA; ANU NGOJOK-NGOJOK SOMAH JARADI DANGKA; KU
RAJA HANTEU DIHUKUM; TAPI DITAMPING; DIKALUARKEUN TINA KALANGAN BANGSA
PAJAJARAN…! INYANA KUDU INDIT KALUAR NINGGALKEUN DAYEUH JEUNG NAGARA,
JEUNG HANTEU DIAKU DEUI, TAPI DIASUPKEUN JADI KAWULA; KEUNA KALANGAN
LAIN BANGSA SUNDA PAJAJARAN. NYAHO DIA JAYA ANTEA; SAHA NGARANNA ETA
JELEMA ? JELEMA ETA JAYA ANTEA LAJU INDIT, NINDAKNA KA PAHILIRAN, KA
MUHARA CIHALIWUNG SEJANA DEUK CICING DI BATUR-BATURNA; NU ASALNA TI
TANAH SABRANG…! KUSABAB DINA RUPA JEUNG DEDEGANANA MEH SARUA JEUNG PRABU
ANOM; NYA KARUHAN ANU HANTEU TARENGET MAH; PADA PERCAYA KA ANU
MAJARKEUN YEN INYANA TEH “PRABU ANOM PAJAJARAN ANU LOLOS TI KARATON” …..
PADAHAL ANU NGAKU-NGAKU LOLOS TI KARATON TEH: ADI SAKEMBARAN PANDITA
KARATON ANU NGARANA PANDITA TANDAPURA TEA…! SAHA…??? JAYA ANTEA…!
KUSABAB DITAMPINGNA; MARENGAN DI JERO WAKTU; SANG HYANG SANTANG KEUR
NGALALANA; NYA ANU HANTEU NYAHOEUN MAH; MARUKNA BENER BAE JAYA ANTEA
TEH; PARABU ANOM PAJAJARAN ANU SAESTUNA! DUA PULUH KALI SEREN TAUN; JAYA
ANTEA TEU KATEMBONG KABEJAKEUN; SABAB CEUK NU NYARAHO MAH; INYANA AYA
NU MAWA; KA SABRANG KA TANAH ARAB; BARI NGAKU2 “HYANG SANTANG PUTRA RAJA
PAJAJARAN….!!! DINA SEREN TAUN KA TUKANG; AYA BEJA TI PALUARAN; YEN
KARATON RAJA BANTEN; DATANG RADEN SANTANG PRABU ANOM; NU MULANG TI TANAH
ARAB JEUNG SEJA DEUK NAKLUKEUN PRABU SEPUH; SILIWANGI PAJAJARAN…!!!
PRABU ANOM MEMANG MULANG; DATANG DEUI KA PAJAJARAN, BUKTINA: DINA PERANG
DI KIPATAUNAN; HYANG SANTANG MEMANG DATANG; TAPI PIEUN PERANG BEBELA KA
RAJA; PARABU ANOM NU SAESTU NGARANNA “ H Y A N G S A N T A N G A R I A C
A K R A B U A N A ” TUH INYANA…! ANU HANTEU JAUH TI AMANA…! KEUR
NGALULUGUAN BALAD PAJAJARAN; NU MANANDEUH KA SAHA OGE. PRABU ANOM
JIJIEUNAN; NGARANNA JAYA ANTEA…! ANU NGAREP-NGAREP; NYELAP DINA SELA 40
BIDADARI…! JAYA ANTEA…! SALIKUR TAUN SEREN TAUN GEUS KALIWAT. NAJAN DIA
GEUS BURAYUT KU KASENANGAN; TAPI KAULA TENGET KENEH; DINA SORA DIA NU
RADA SERAK… SAKALI DEUI DANGKA KA RAJA; KAULA TETEP TEU PERCAYA KA DIA…!
KAULA LAIN SIEUN KU PAEH; TAPI KAULA SANGEUK; NGALAYANAN JELEMA CARA
DIA!” Ceuk Jaya Antea: “Rakean… kaula datang lain eudeuk nangtang
perang…! tapi ngajak dia hirup dina jaman anyar ambeh dimana jaga,
anggeus paeh hirup deui, ngeunah-ngeunah dipirig bidadari nu gareulis…!”
Ceuk Rakean: ” KAULA HANTEU BUTUH KU BIDADARI…!!! MONTONG TEUING ENGKE
DIPAEH MUDU MARABAN BIKANG OPAT PULUH; AYEUNA OGE DI EUKEUR HIRUP PIEUN
KAULA SORANGAN OGE GEUS SAKITU SUSAH PAYAHNA…..!!!”
CUPLIKAN PANTUN BOGOR
Kampret Bolong na Pantun Bogor aya kasabit ngenaan dongeng Kian
santang “JAYA ANTEA, INGET MANTAKNA DIA DITAMPING KU RAJA…? BEUSI DIA
ANGGEUS POHO, JAYA ANTEA; KU DIA GEURA DENGEKEUN; SABAB-SABABNA DIA
DITAMPING
KU RAJA…! BARETO DI KARATON PAJAJARAN; AYA NU DIPERCAYA JASA KU RAJA KAULA…!
RUPANA ETA JELEMA MEH SARUPA JEUNG PRABU ANOM; NYA KITU DEDEGANANA NEPIKEUN LOBA JELEMA KASAMARAN! KU RAJA INYANA DIJIEUN PURAH TARIMA
SEMAH; NU DARATANG TI NAGARA DEUNGEUN; JEUNG DIJIEUN UTUSAN RAJA
MAWA SURAT JEUNG ANTEURAN; KA RAJA-RAJA DI TANAH SABRANG”
KU RAJA…! BARETO DI KARATON PAJAJARAN; AYA NU DIPERCAYA JASA KU RAJA KAULA…!
RUPANA ETA JELEMA MEH SARUPA JEUNG PRABU ANOM; NYA KITU DEDEGANANA NEPIKEUN LOBA JELEMA KASAMARAN! KU RAJA INYANA DIJIEUN PURAH TARIMA
SEMAH; NU DARATANG TI NAGARA DEUNGEUN; JEUNG DIJIEUN UTUSAN RAJA
MAWA SURAT JEUNG ANTEURAN; KA RAJA-RAJA DI TANAH SABRANG”
“MINGKIN SERING
INDIT NYAANA; NYAO TEUING KAMANA……….!
BEBEJANA KA RAJA MAH; DEUK NGARONDA MARIKSA WATES…! SABAN-SABAN INYANA
MULANG; SOMAH TAMBAH LOBA NU RAROBAH….! MALAH………………………………
GEUS LAIN HIJI DUA DEUI; NU NGALAWAN KA PANGIWA; NGELELEWE KANA ADAT
TALI PARANTI KARUHUN; MALAH AYA NU WARANI; NGUCUT-NGUCUT PAGER PAKARANGAN
ANU SANGAR; JEUNG TI PEUTING MALEDOGAN IMAH PUUN…..!
SAMALAH NYALIARA AYA BEJA; YEN MUN RAJA PAJAJARAN; TERUS BAE MUMUNJUNG KA MATAPOE; NAGARA PAJAJARAN BARIS LEBUR KAHURU; BARIS KALAPARAN EUWEUH TUMBALNA…! CANH TUMBAL HIJI-HIJINA NYAETA RAJA MUDU
DISUNDATAN, JEUNG SOMAH SAKABEHNA MUDU NGUCAP HIJI MANTRA NU BASANA
LAIN BASA PAJAJARAN………..!!!!!!!!!!
TAPI SAENYANA MAH; CEUK NU NYAHO RAHASIAHNA; ETA MANTRA TEA; DINA
HARTINA SABENERNA SARUA BAE JEUNG “M A N T R A P A J A J A R A N…!”
BEDA SOTEH ; NGAN WUNGKUL DINA PETANA ! JELEMA ANU NYIEUN SOMAH
PADA RAROBAH; JADI DANGKA KA RAJANA; JEUNG MARICEUN TALI PARANTI
KARUHUN; KU RAJA TEH KANYAHOAN…!
NYAHO DIA JAYA ANTEA ! SAHA NGARANA ETA JELEMA ? TAPI RAJA PAJAJARAN; RAJA ADIL, RAJA SABAR…! JELEMA ANU JULID TEA; ANU NGOJOK-NGOJOK
SOMAH JARADI DANGKA; KU RAJA HANTEU DIHUKUM; TAPI DITAMPING;
DIKALUARKEUN TINA KALANGAN BANGSA PAJAJARAN…!IJIN COPAS NARASUMBER.
INDIT NYAANA; NYAO TEUING KAMANA……….!
BEBEJANA KA RAJA MAH; DEUK NGARONDA MARIKSA WATES…! SABAN-SABAN INYANA
MULANG; SOMAH TAMBAH LOBA NU RAROBAH….! MALAH………………………………
GEUS LAIN HIJI DUA DEUI; NU NGALAWAN KA PANGIWA; NGELELEWE KANA ADAT
TALI PARANTI KARUHUN; MALAH AYA NU WARANI; NGUCUT-NGUCUT PAGER PAKARANGAN
ANU SANGAR; JEUNG TI PEUTING MALEDOGAN IMAH PUUN…..!
SAMALAH NYALIARA AYA BEJA; YEN MUN RAJA PAJAJARAN; TERUS BAE MUMUNJUNG KA MATAPOE; NAGARA PAJAJARAN BARIS LEBUR KAHURU; BARIS KALAPARAN EUWEUH TUMBALNA…! CANH TUMBAL HIJI-HIJINA NYAETA RAJA MUDU
DISUNDATAN, JEUNG SOMAH SAKABEHNA MUDU NGUCAP HIJI MANTRA NU BASANA
LAIN BASA PAJAJARAN………..!!!!!!!!!!
TAPI SAENYANA MAH; CEUK NU NYAHO RAHASIAHNA; ETA MANTRA TEA; DINA
HARTINA SABENERNA SARUA BAE JEUNG “M A N T R A P A J A J A R A N…!”
BEDA SOTEH ; NGAN WUNGKUL DINA PETANA ! JELEMA ANU NYIEUN SOMAH
PADA RAROBAH; JADI DANGKA KA RAJANA; JEUNG MARICEUN TALI PARANTI
KARUHUN; KU RAJA TEH KANYAHOAN…!
NYAHO DIA JAYA ANTEA ! SAHA NGARANA ETA JELEMA ? TAPI RAJA PAJAJARAN; RAJA ADIL, RAJA SABAR…! JELEMA ANU JULID TEA; ANU NGOJOK-NGOJOK
SOMAH JARADI DANGKA; KU RAJA HANTEU DIHUKUM; TAPI DITAMPING;
DIKALUARKEUN TINA KALANGAN BANGSA PAJAJARAN…!IJIN COPAS NARASUMBER.
KUDU SUCI JEUNG NGAHIJI
Pangawung Rangga
Susumbar ratu nu tadi , bongan maneh teu ngahiji, cunduk waktu ningang wanci, kami inditna ti bumi,lilana sasuka kami, lain kami nganyenyeri.
mun maneh te acan sami, kami moal balik kabumi,suka kami jeng nu sami,sami suci jeng ngahiji, sasarengan jadi wangi,jadi sareng munggah haji.
Kami pasti balik deui,ngan janji kami nu tadi, kudu suci jeung ngahiji,tangtu kami betah deui,ngadeg ratu ngiring nyaksi ,ngaran kami nyai sri.
Da bongan kami nges jangji, kami sanggup balik ka bumi,bari mawa sugih mukti,dimana ngadegna ratu,kami pasti nyasatuhu,rek jadi bayuna ratu. IJIN COPAS NARA SUMBER
Susumbar ratu nu tadi , bongan maneh teu ngahiji, cunduk waktu ningang wanci, kami inditna ti bumi,lilana sasuka kami, lain kami nganyenyeri.
mun maneh te acan sami, kami moal balik kabumi,suka kami jeng nu sami,sami suci jeng ngahiji, sasarengan jadi wangi,jadi sareng munggah haji.
Kami pasti balik deui,ngan janji kami nu tadi, kudu suci jeung ngahiji,tangtu kami betah deui,ngadeg ratu ngiring nyaksi ,ngaran kami nyai sri.
Da bongan kami nges jangji, kami sanggup balik ka bumi,bari mawa sugih mukti,dimana ngadegna ratu,kami pasti nyasatuhu,rek jadi bayuna ratu. IJIN COPAS NARA SUMBER
BAYUNING KADIPAYANING
Batarakala = Dora anggeus dibukakeun. Jalan anggeus dicaangan. Bray
vayu sabda kalwar wkas tuna. Bayuning kadipayaning. Sakathahing jawata
ngawatek nawa sanga. Nyeueung atma ngalalar katon sakti dinymbah wasa
dora. Medal ka implik2 ing aran Sang Hyang Kalamasah. Bisa ngadeg ing
aran Sang Hang Candusekti. Ingsun nyaksi ka dulur ingsun anu suci.
Pusating kabeh sadulur ingsun. Ini sedha sakti mahabara. Pakeun maneja
ya prawesa. Nu manguni di kahyangan. Pada jalma pahi seba. Arum2
akub2 metu cai pangarumanana. Wajranaka wajradanta manggalaning hayu.
Rakwa sira rumaksa praja. Pakeun teja sabumi. Hamwa waya nu wisisa manan
Sang Hyang
Tunggal Permana. Tap di gala dikukuhan. Kujang Pajajaran nembra babantul pramudia pakasa kandes sasantuli. Nu medar pracipta tegar rahayu. Nu nembrehkeun kajayaan karajaan Pajajaran. Nu newang asma Parahyangan. Nu ngalintang dipanggahan Sri Aji Jayawijaya. Panglumpatan cepara pangjejer pancer Pajajaran. Nu ngaraksa sasra palantika pedaran silih asih silih asah silih asuh. Luminggangna Sundapura jaya wisesa setra pandan wangi jaya sri BANDA yasa. Pangpupulah karahayuan candra kirana. Pangwastu bumi sakala. = ijin copas nara sumber.
Tunggal Permana. Tap di gala dikukuhan. Kujang Pajajaran nembra babantul pramudia pakasa kandes sasantuli. Nu medar pracipta tegar rahayu. Nu nembrehkeun kajayaan karajaan Pajajaran. Nu newang asma Parahyangan. Nu ngalintang dipanggahan Sri Aji Jayawijaya. Panglumpatan cepara pangjejer pancer Pajajaran. Nu ngaraksa sasra palantika pedaran silih asih silih asah silih asuh. Luminggangna Sundapura jaya wisesa setra pandan wangi jaya sri BANDA yasa. Pangpupulah karahayuan candra kirana. Pangwastu bumi sakala. = ijin copas nara sumber.
WANGSIT DALEM SANTAPURA
= Fahmi Leonidas = ( IEU WANGSIT DALEM SANTAPURA ) ; Santarupa !
Kiwari, Pajajaran anggeus datang keuna wajah mudu pindah ka sejen alam ! Tapi engke, amun anggeus ngadeg deui Raja anu makuta inyana tina buludru papak, jeung ngaran inyana wawayangan, Pajajaran teh, baris ngadeg sakali deui !
Tengerkeun !
Engke, amun aya deui Raja meuli prameswari bari rerebut, tah eta tandana pisan Pajajaran ngahudang ngaran unggah panggung ngalalakon. Lalakona Matapoe, anu muncur nyam peur aweuhan, aweuhan jaman mulang deui, pieun ngamus nahkeun kajayaan arinyana : Anu sarakah datang ti wetan - Anu nyarorok datang ti kaler-Anu baradegong datang di kulon -Anu naripu datang ti kidul- Tapi masing dia nyaho: Ngadegna Pajajaran kakalangkangan heula ....... di Rajaan ku loba raja panyelang.
Kiwari, Pajajaran anggeus datang keuna wajah mudu pindah ka sejen alam ! Tapi engke, amun anggeus ngadeg deui Raja anu makuta inyana tina buludru papak, jeung ngaran inyana wawayangan, Pajajaran teh, baris ngadeg sakali deui !
Tengerkeun !
Engke, amun aya deui Raja meuli prameswari bari rerebut, tah eta tandana pisan Pajajaran ngahudang ngaran unggah panggung ngalalakon. Lalakona Matapoe, anu muncur nyam peur aweuhan, aweuhan jaman mulang deui, pieun ngamus nahkeun kajayaan arinyana : Anu sarakah datang ti wetan - Anu nyarorok datang ti kaler-Anu baradegong datang di kulon -Anu naripu datang ti kidul- Tapi masing dia nyaho: Ngadegna Pajajaran kakalangkangan heula ....... di Rajaan ku loba raja panyelang.
Tengerkeun deui ku dia :
Amun aya raja nitah nuwar eta Pakujajar sadapuran, tah eta pisan tandana : Raja bakal paeh dipaehan !
Tapi lain ku bangsa Pajajaran ....... !
Amun aya raja nitah Pakujajar dijajarkeun jadi papajang taman tengah Dayeuh anu anyar, Tah eta pisan nya tandana : Anu harita ngadeg raja, Inya na teh bener titisan Salah sahiji raja Pajajaran !
Tapi, nagara Pajajaran mah acan ngadeg. Sabab nagarana mu du jadi deui tegal peperangan, Laju nagara dijarieun deui ka rapyak nu eusina lain munding, tapi kunyuk nu rupa-rupa, anu baris ngarebutkan Payung Agung. Anu rajet ku hujan angin ! - ijin copas nara sumber -
Amun aya raja nitah nuwar eta Pakujajar sadapuran, tah eta pisan tandana : Raja bakal paeh dipaehan !
Tapi lain ku bangsa Pajajaran ....... !
Amun aya raja nitah Pakujajar dijajarkeun jadi papajang taman tengah Dayeuh anu anyar, Tah eta pisan nya tandana : Anu harita ngadeg raja, Inya na teh bener titisan Salah sahiji raja Pajajaran !
Tapi, nagara Pajajaran mah acan ngadeg. Sabab nagarana mu du jadi deui tegal peperangan, Laju nagara dijarieun deui ka rapyak nu eusina lain munding, tapi kunyuk nu rupa-rupa, anu baris ngarebutkan Payung Agung. Anu rajet ku hujan angin ! - ijin copas nara sumber -
WANGSIT SILIWANGI ( 15 )
WANGSIT ILIWANGI ( 15 ) = Asep Enang Hasanudin = Di palebahan urut
ngumpul djeung misahna urang Padjadjaran, engke djaga ngadeg lembur mawa
ngaran Tegal Buleud !
Di djaman nu baris dating didinja baris ngadeg Panggodongan
Nu hauna sadjangkung kuwung kuwung
DJeung seuneuna
Ngagedang gedang beurang djeung peuting
Keun sina ngagedag gedag !
Pieun di beurang ngahandjuwan garapan
Pieun di peuting djadi tetenger
Ka sakur nu keur marapag
Wayah Padjadjaran ngadeg deui …. !
Lain Padjadjaran nu baheula lain Padjadjaran nu kiwari anggeus leungit, lain Padjadjaran nu diarep arep ku kahayang …. !
Tapi Padjadjaran anu anjar !
Anu napak dina uga
Dina djadjaran anu satahap …..
Sadjadjar djeung anu satampiyan dina saleuwi
Nja eta
Padjadjaran nu salin ngaran
Ngadjadjar mandjang ka wetan
Ngalondjor djolok ka kulon
Diradjaan ku nu sabar
Diratuwan ku nu adil …. !
Saha nu baris ngaradjaan ?
Sana anu baris adil djadi ratu ?
Engke oge dia njaraho ….. !
Ti mana datangna engke arinjana ?
Ti sabrang lautan
Dina mulang
Anggeus ditudung ….. !
Di djaman nu baris dating didinja baris ngadeg Panggodongan
Nu hauna sadjangkung kuwung kuwung
DJeung seuneuna
Ngagedang gedang beurang djeung peuting
Keun sina ngagedag gedag !
Pieun di beurang ngahandjuwan garapan
Pieun di peuting djadi tetenger
Ka sakur nu keur marapag
Wayah Padjadjaran ngadeg deui …. !
Lain Padjadjaran nu baheula lain Padjadjaran nu kiwari anggeus leungit, lain Padjadjaran nu diarep arep ku kahayang …. !
Tapi Padjadjaran anu anjar !
Anu napak dina uga
Dina djadjaran anu satahap …..
Sadjadjar djeung anu satampiyan dina saleuwi
Nja eta
Padjadjaran nu salin ngaran
Ngadjadjar mandjang ka wetan
Ngalondjor djolok ka kulon
Diradjaan ku nu sabar
Diratuwan ku nu adil …. !
Saha nu baris ngaradjaan ?
Sana anu baris adil djadi ratu ?
Engke oge dia njaraho ….. !
Ti mana datangna engke arinjana ?
Ti sabrang lautan
Dina mulang
Anggeus ditudung ….. !
WANGSIT SILIWANGI ( 14 )
WANGSIT SILIWANGI ( 14 ) = Asep Enang Hasanudin = Ngahiyang
Sakabeh nu satiya ka Radja
Teu katembong ku panendjo
Pada leungit tina pandeuleu
Ngan Si Lengser hanteu ngaleungit
Hanteu leungit hanteu euweuh
Ngadjentul keur nangkeup tuur
DJiga tunggul sempur eukeur ngabatu
TJeuk sora Radja nu kadeuleu ngan ku Si Lengser
Lengser 1 … kumaha dia ?
TJeuk Si Lengser nu kadeuleu ku sakabeh nu nareuleu
Hanteu kumaaaaha !
Kaula mah
Masih pandjang kenenh lalakoneun
Sabab melang ka nu marulang
Nu ka kaler nu ka kulon
Sabab engke
Sunda wetan teu ngeunah angeun
Amun sunda urang di urut dayeuh
Engke unggul di pangaweruh
Eudjeung leuwih di pangarti
Bari djembar dipangabisa
Nadjan dina hirup
Sagala serba dangdarat
Ku sunda wetan
Arinjana baris tampiyan digiringan
Dikuruhan dipendet sunggapan !
Kaula the hirup geus kebel djasa
Entjan njorang ngarasanan ngeunah seuri
Tapi salawasna
Ku deungeun deungeun
Ngarareunah bae disengseurikeun
Tapi engke haying kaula nu ngeunah seuri
Haying resep heuleu ngeunah seuri
Amun engke djaga
Sunda wetan ngarerel letah
Ditjekekan Padjadjaran mupulan wadal
Da bongan sunda wetan
DJeung papada sunda pagirang girang tampiyan
Tapi
Ngarah kapake didjidjieun kokolot
Ngaletakan ngisangan deungeun
Ngadjak Padjadjaran urang ngagelutan musuh
Tapi bari sina Padjadjaran urang nu katempuhan
Ditudjuh ku Sunda wetan
Kaula melang ka Padjadjaran urang
Nu kiwari mulang ka kaler
Nu engke djaga terus di kaler
Dirawaykeun ku seler seler !
Kaula melang ka arinjana
Eudeuk ngalanglangan arinjana
Eudeuk ngadjang ka budak angon
Bari njiolok tukang mantun
Bari sugan sugan bae kasampak
DJelema surti nu lantip piker
DJeung hade di hateu hade di lampah
DJeung rantjage ngarti paeh !
TJeuk sora Radja nu teu kadeuleu
Hade ari kitu mah
Tapi kaula
Ulah ku dia deuk didjauhkeun !
TJeuk Si Lengser
Heu .. euh deuh !
Si Lengser ladju nindak mimiti ka kulon heula
Ti kulon ladju ka kaler
Ladju n amah ladju teuing ka manaaa
Tapi nadjan euweuh nu areungeuh
Si Lengser tetep aya
Ngalanglangan ngalanglangan ….
Ngalanglangan bari ngandjang
Bari njilok njilok tukang mantun
Injana mantun
Ngalalakonkeun nu geus kalakon
Njaritakeun nu baris dating
Eudjeung engke tantu kasorang
Ku saha ?
Ku sakabeh bangsa urang
Anu kadjongdjonan djadi badega
Tapi pantun Si Lengser
Lengser Pantun Bogor Pakulonan
Baris dihaharuwan
Ku sunda teu ngeunah angeun
Lantaran
TJatur Si Lengser
Puguh kitu baheula na
Bedja Si Lengser
Memang enja di engkena
Kabeh bukti djadi saksi
Begu galuh mumungkus hulu
Kuya bodas unggah darmaga
Kulit munding … djamang laken !
Si Lengser ngalalana
Make tanda ti babaheulna
Eudjeung tjirri nu tara ganti
Si Lengser sasamping beureum
Samping beureum semu paul
Tapi paul belel djasa
DJamang Si Lengser ?
DJamang njangsang dina taktak anu kentja
Sebut bodas ka ku letjek
Sebut hideung da boleas !
Gigig injana ?
Leumpang noyod rada bongkok !
Tara tinggal ti kaneron
Disalendang dikatukangkeun !
Sakapeung osok saiket
Sakapeung satiung iket
Anu semu djeung batik na
Tara bisa disebut tangtu
Tapi aya tjirri nu moal pahili
Si Lengser saiket rawing
Si Lengser sabadju rambeng … !
Rupa injana ?
Bisa ngora tapi djore
Bisa kolot tapi kasep
Bisa kapeung kapeung kadeuleuna
DJaga artja atah tatah
DJaga kohkol entjan anggeus
DJag tunda !
Urang tunda di handjuawang siyang
Urang teundeun di haneuleum siyeum
Ampiheun … padjueun ka hareup
Sampeureun anak intju
Teangeun engke djaga
Tanjaeun nu teu njaraho ……. !
Sakabeh nu satiya ka Radja
Teu katembong ku panendjo
Pada leungit tina pandeuleu
Ngan Si Lengser hanteu ngaleungit
Hanteu leungit hanteu euweuh
Ngadjentul keur nangkeup tuur
DJiga tunggul sempur eukeur ngabatu
TJeuk sora Radja nu kadeuleu ngan ku Si Lengser
Lengser 1 … kumaha dia ?
TJeuk Si Lengser nu kadeuleu ku sakabeh nu nareuleu
Hanteu kumaaaaha !
Kaula mah
Masih pandjang kenenh lalakoneun
Sabab melang ka nu marulang
Nu ka kaler nu ka kulon
Sabab engke
Sunda wetan teu ngeunah angeun
Amun sunda urang di urut dayeuh
Engke unggul di pangaweruh
Eudjeung leuwih di pangarti
Bari djembar dipangabisa
Nadjan dina hirup
Sagala serba dangdarat
Ku sunda wetan
Arinjana baris tampiyan digiringan
Dikuruhan dipendet sunggapan !
Kaula the hirup geus kebel djasa
Entjan njorang ngarasanan ngeunah seuri
Tapi salawasna
Ku deungeun deungeun
Ngarareunah bae disengseurikeun
Tapi engke haying kaula nu ngeunah seuri
Haying resep heuleu ngeunah seuri
Amun engke djaga
Sunda wetan ngarerel letah
Ditjekekan Padjadjaran mupulan wadal
Da bongan sunda wetan
DJeung papada sunda pagirang girang tampiyan
Tapi
Ngarah kapake didjidjieun kokolot
Ngaletakan ngisangan deungeun
Ngadjak Padjadjaran urang ngagelutan musuh
Tapi bari sina Padjadjaran urang nu katempuhan
Ditudjuh ku Sunda wetan
Kaula melang ka Padjadjaran urang
Nu kiwari mulang ka kaler
Nu engke djaga terus di kaler
Dirawaykeun ku seler seler !
Kaula melang ka arinjana
Eudeuk ngalanglangan arinjana
Eudeuk ngadjang ka budak angon
Bari njiolok tukang mantun
Bari sugan sugan bae kasampak
DJelema surti nu lantip piker
DJeung hade di hateu hade di lampah
DJeung rantjage ngarti paeh !
TJeuk sora Radja nu teu kadeuleu
Hade ari kitu mah
Tapi kaula
Ulah ku dia deuk didjauhkeun !
TJeuk Si Lengser
Heu .. euh deuh !
Si Lengser ladju nindak mimiti ka kulon heula
Ti kulon ladju ka kaler
Ladju n amah ladju teuing ka manaaa
Tapi nadjan euweuh nu areungeuh
Si Lengser tetep aya
Ngalanglangan ngalanglangan ….
Ngalanglangan bari ngandjang
Bari njilok njilok tukang mantun
Injana mantun
Ngalalakonkeun nu geus kalakon
Njaritakeun nu baris dating
Eudjeung engke tantu kasorang
Ku saha ?
Ku sakabeh bangsa urang
Anu kadjongdjonan djadi badega
Tapi pantun Si Lengser
Lengser Pantun Bogor Pakulonan
Baris dihaharuwan
Ku sunda teu ngeunah angeun
Lantaran
TJatur Si Lengser
Puguh kitu baheula na
Bedja Si Lengser
Memang enja di engkena
Kabeh bukti djadi saksi
Begu galuh mumungkus hulu
Kuya bodas unggah darmaga
Kulit munding … djamang laken !
Si Lengser ngalalana
Make tanda ti babaheulna
Eudjeung tjirri nu tara ganti
Si Lengser sasamping beureum
Samping beureum semu paul
Tapi paul belel djasa
DJamang Si Lengser ?
DJamang njangsang dina taktak anu kentja
Sebut bodas ka ku letjek
Sebut hideung da boleas !
Gigig injana ?
Leumpang noyod rada bongkok !
Tara tinggal ti kaneron
Disalendang dikatukangkeun !
Sakapeung osok saiket
Sakapeung satiung iket
Anu semu djeung batik na
Tara bisa disebut tangtu
Tapi aya tjirri nu moal pahili
Si Lengser saiket rawing
Si Lengser sabadju rambeng … !
Rupa injana ?
Bisa ngora tapi djore
Bisa kolot tapi kasep
Bisa kapeung kapeung kadeuleuna
DJaga artja atah tatah
DJaga kohkol entjan anggeus
DJag tunda !
Urang tunda di handjuawang siyang
Urang teundeun di haneuleum siyeum
Ampiheun … padjueun ka hareup
Sampeureun anak intju
Teangeun engke djaga
Tanjaeun nu teu njaraho ……. !
Langganan:
Postingan (Atom)









































